Text
Madura, Luang Prabhang
puisi Abdul Hadi W.M. tetap mempertahankan kekuatannya pada citra-
citra lihatan ...
(Sapardi Djoko Damono, Kesusastraan Indonesia Modern:
Beberapa Catatan, 1983)
Abdul Hadi seorang penyair yang bercorak liris. Sebagai penyair, ia hampir
tidak pernah melibatkan diri secara langsung terhadap masalah-masalah sosial,
atau terhadap masyarakat di sekelilingnya. Sajaknya berpusat di sekitar ego
kepengarangannya sendiri. Tetapi di dalam melukiskan perasaan, suasana
hati, gagasan dan pengalaman-pengalaman akunya, sajak-sajaknya selalu
menggugah pembacanya untuk bersimpati dan melibatkan diri sedalam-
dalamnya.
(A. Teeuw, Sastra Indonesia Modern II,1989)
Penyair Abdul Hadi W.M. yang telah mulai tampil dalam perpuisian kita
sejak tahun 1970-an, dengan pengalaman kepenyairan yang panjang itu
mampu mengungkapkan sajaknya dengan kesederhanaan namun terasa
mantap dalam upaya meraih kearifan.
(Sutardji Calzoum Bachri, Gelak Esai
& Ombak Sajak Anno 2001, 2001)
Tidak tersedia versi lain